-->
Selasa, 19 Mei 2015

SUKSES DALAM MENINGKATKAN CARA BELAJAR YANG EFEKTIF



SUKSES DALAM MENINGKATKAN CARA BELAJAR YANG EFEKTIF

Latar Belakang

Siswa kelas II SDN 153/1Ladang Peris berjumlah 5 orang, siswa laki-laki berjumlah 3 orang dan siswi perempuan berjumlah 2 orang. Umur mereka berkisar  antara  8-9  tahun. Kehidupan perekonomin orang tua mereka tergolong dalam perekonomian menengah kebawah. Pekerjaan orang tua mereka pada umumnya adalah petani karet. Meskipun orang tua mereka tidak mempunyai tamatan pendidikan yang tinggi namun orang tua mereka tetap mementingkan pendidikan bagi anak-anaknya.
 Metode yang dipakai guru dalam mengajar masih bersifat tradisional, seperti metode ceramah dan pemberian tugas. Guru hanya memiliki satu buku paket. Dalam pembelajaran hanya satu buku itulah yang digunakan sampai akhir semester. Ujian harian, mid dan ujian semester semua diambil dari soal-soal yang ada di buku paket tersebut. Saat mengajar guru tidak pernah menggunakan RPP sehingga tidak ada pedoman dalam mengajar. Namun urutan materi yang diajarkan sesuai dengan KTSP. Factor lain yang tidak kalah penting adalah guru tidak pernah mengunakan media dalam pembelajaran. Itulah cara guru mengajar dikelas 3.
Siswa belajar tergantung pada guru. Guru merupakan satu-satunya sumber belajar. Siswa tidak aktif dalam KBM, pada saat diminta untuk menyampaikan pikiran atau gagasan kemampuan siswa berbicara masih rendah. Dan saat mengerjakan soal, siswa selalu lambat mengerjakannya dikarenakan siswa tidak memahami materi. Setiap siswa memiliki buku paket. Tugas yang dikerjakan siswa semuanya dari buku paket. Walaupun setiap siswa diberi buku paket namun tidak pernah dibaca sebelum ada perintah dari guru.
Di SDN 153/1 Ladang Peris baik kelas 1-6 siswa selalu diajar oleh guru kelas kecuali Bahasa Inggris, PAI dan Penjas. Metode yang dipakai guru semuanya masih bersifat tradisional.  Tidak semua guru dalam mengajar berpedoman pada RPP yang dibuat. Apalagi sebagai guru kelas media tidak pernah digunakan. Banyak sekali kendala-kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran, seperti  , kurang motivasi siswa dalam belajar matematika dan bahasa inggris, siswa tidak memperhatikan guru pada saat KBM berlangsung,ada beberapa siswa yang belum lancar membaca dan siswa tidak memahami materi pada pelajaran sains sehingga pembelajaran tidak efektif.
Guru merupakan figure yang memegang peranan penting didalam pembelajaran dikelas. Peran utama guru bukan menjadi penyaji informasi yang hendak dipelajari oleh siswa, melainkan pembelajaran siswa tentang cara-cara mempelajari sesuatu secara efektif (Learning haw to learn ). Oleh karena itupemahaman tentang bebagai teori belajar dan cara-cara memotivasi siswa dalam  belajar harus dikuasai oleh guru agar mampu merancang pembellajaran yang menarik dan memotivasi siswa  untuk gemar belajar. Kegiatan belajar dan pembelajaran merupakan salah satu kegiatan yang diberikan di sekolah, namun sesungguhnya kegiatan itu saja belum cukup memadai dalam membantu siswa mengatasi  berbagai permasalahan yang dialaminya dan menyiapkan siswa terjun dimasyarakat dengan berhasil. Kenyataan selama ini bahwa mata pelajaran sains dianggap membosankan dan sulit bagi siswa, sehingga siswa cenderung merasa bosan dan malas untuk belajar pada mata pelajaran sain. Selain itu, pembelajaran sains masi menekankan pada tujuan pengembangan produk yang berupa prestasi akademik siswa. Hal ini berarti baru potensi kecerdasan siswa yang dikedepankan. Kreatifitas siswa dalam pembelajaran belum dikembangkan seoptimal mungkin, sehingga aktifitas siswa belum optimal dan pembelajaran masih berpusat pada guru.  Disinilah masalahnya, kita sebagai guru agar cara belajar dapat seefektif mungkin untuk mata pelajaran sains dengan menggunakan metode dan media pembelajaran yang tepat. Dari uraian latar belakang tersebut dapat diidentifikasi permasalahan yang timbul pada pembelajaran sains di kelas 2 SD  Ladang Peris yaitu cara belajar yang efektif pada pelajaran sains dengan menggunakan metode  eksperimen. Dari hasil pengamatan peneliti dapat menidentifikasi beberapa cirri-ciri dari masalah tersebut, yaitu saat guru menjelaskan siswa tidak menanggapi, siswa ribut saat KBM berlangsung, siswa sering keluar masuk kelas alasan ke wc pada hal main diluar kelas dan siswa berjalan-jalan atau mondar mandir saat mengerjakan tugas segi siswa misalnya, kurang motivasi siswa dalam belajar matematika dan bahasa Inggris, siswa tidak memperhatikan guru pada saat KBM berlangsung,ada beberapa siswa yang belum lancar membaca dan siswa tidak memahami materi pada pelajaran sains. Adapun penyebab dari masalah ini adalah daya serap siswa bebeda,pembelajaaran monoton karena metode yang sering dipakai hanya ceramah dan pemberian tugas, serta  media atau alat peraga tidak ada.
Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka  rumusan masalahnya
adalah :
“ Bagaimanakah cara belajar yang efektif pada mata pelajaran Sains dengan mengunakan metode eksperimen ? “

Tujuan
Dari uraian diatas maka penelitian ini bertujuan untuk :
v  membantu murid-murid agar mendapat
penyesuaian yang baik, di dalam situasi belajar, sehingga, setiap murid dapat
belajar dengan efektif sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya dan mencapai
perkembangan yang optimal.
v  Memilihkan cara-cara belajar yang efisien dan efektif bagi siswa.
v  Menunjukkan cara-cara menghadapi kesulitan belajar dalam mata pelajaran
Sains.
v  Memberikan dorongan dalam pengarahan diri, pemecahan masalah,
pengambilan keputusan dan keterlibatan diri dalam proses pembelajaran
Sains.


Manfaat
Temuan pembahasan ini diharapkan bermanfaat bagi :
  • Guru
Guru mampu mendeteksi permasalahan yang ada di dalam proses
pembelajaran, sekaligus mencari alternatif solusi yang tepat. Di samping itu
guru diharapkan mampu memperbaiki proses pembelajaran di dalam kelas
dalam rangka meningkatkan kreatifitas siswa.
  • Siswa dapat berekspresi kreatif, sesuai dengan potensi kreatifitasnya.
  • Mengurangi rasa kejenuhan untuk mempelajari mata pelajaran Sains dan
menimbulkan minat belajar.
  • Memberikan cara belajar yang efektif kepada siswa dalam mata pelajaran
Sains.
  • Bagi sekolah
Membantu sekolah untuk berkembang dengan adanya peningkatan atau kemajuan baik dalam diri siswa maupun guru, serta pendidikan disekolah.

Konsep Belajar

Ø  Pengertian Belajar
         Belajar merupakan proses penting bagi perubahan perilaku manusia dan ia mencakup segala sesuatu yang dipikirkan dan dikerjakan. Belajar memegang peranan penting di dalam perkembangan, kebiasaan, sikap, kenyakinan, tujuan, kepribadian dan bahkan persepsi manusia.
Gague dan berliner (1983 : 252) menyatakan bahwa belajar merupakan proses dimana suatu organisme mengubah perilakunya karena hasil dari pengalaman. Morgan et. Al. (1986 : 140) menyatakan bahwa belajar merupakan perubahan relatif permanen yang terjadi karena hasil dari praktek  atau pengalaman. Slavin (1994 : 152) menyatakan bahwa belajar merupakan perubahan individu yang disebabkan oleh pengalaman. Gague (1997 : 3) berpendapat bahwa belajar merupakan perubahan disposisi atau kecakapan manusia, yang berlangsung selama periode waktu tertentu, dan perubahan perilaku itu tidak berasal dari proses pertumbuhan. Dari pendapat keempat ahli tersebut, maka konsep tentang belajar mengandung tiga unsur utama, adalah belajar berkaitan dengan perubahan tingkah laku. Untuk mengukur apakah seseorang telah belajar, maka diperlukan perbandingan antara perilaku sebelum dan setelah mengalami kegiatan belajar: Perubahan perilaku terjadi karena di dahului oleh proses pengalaman ; perubahan perilaku karenabelajar bersifat relatif permanen, artinya lamanya perubahan perilaku pada diri
seseorang sukar untuk diukur.

Ø  Hakikat Pembelajaran Sains

Sains sebagai proses ilmiah, produk ilmiah, dan sikap ilmiah. Dalam pembelajaran, ketiga komponen tersebut tidak dapat ditinggalkan, karena dengan meninggalkan satu komponen saja, berarti belum mencerminkan pembelajaran Sains yang sesungguhnya. Kenyataan di lapangan, guru hanya mengejar komponsn produk ilmiah saja. Contohnya hasil nilai ulangan atau tes, dengan mengesampingkan komponen yang lain. Kreatifitas siswa merupakan cerminan dari proses ilmiah, produk ilmiah, dan sikap ilmiah yang sering diabaikan guru.

Pada pembelajaran yang meninggalkan aspek kreatifitas siswa sama dengan membunuh kreativitas siswa. Berkenaan dengan hal ini, maka di perlukan suatu cara belajar yang efektif untuk mata pelajaran Sains.

 Pembelajaran yang efektif
Guru dikatakan profesional jika memiliki penguasaan ketrampilan pelajaran dan dituntut mampu mengaitkan kemampuan yang telah dimiliki dan yang akan dipelajari oleh siswa. Pembelajaran yang efektif menuntut beberapa kemampuan guru, antara lain :
v  Merancang bahan belajar (stimulus) yang mampu menarik dan memotivasi siswa untuk belajar.
v  Manjadi nara sumber, fasilitator, dan motivator yang handal.
v  Menggunakan berbagai strategi pembelajaran
v  Memperhitungkan karakteristik intelektual, sosial, dan kultural siswa.
v  Mengelola kelas agar tertib dan teratur
v  Mereview pelajaran bersama siswa
v  Terampil memberikan pertanyaan dan balikan.


Konsepsi Metode  Eksperimen

  1. Pengertian
            Metode eksperimen adalah suatu metode pembelajaran yang member peluang kepada guru dan siswa untuk melakukan percobaan terhadap sesuatu serta mengamati proses dan hasil percobaan itu. Dari pengertian ini dapat diidentifikasi tentang metode eksperimen, sebagai berikut :
*      Adanya kegiatan percobaan baik dengan bimbingan guru maupun tanpa bimbingan guru.
*      Siswa aktif, manakala ada petunjuk yang jelas tentang langkah-langkah apa yang harus ditempuh.
*      Guru dapat menilai kegiatan proses dan hasil dengan objektif.
*      Siswa dapat berkreasi sesuai dengan kreatifitasnya, sekaligus dapat menarik simpulansendiri dari hasil percobaannya.

  1. Keunggulan dan kekurangan metode eksperimen Muhammad Ali, mengemukakan metode eksperimen memiliki keunggulan di samping kelemahan sebagai berikut :
  1. Keunggulan
ü  Siswa secara aktif terlibat mengumpulkan fakta, informasi, atau data yang diperlukan melalui percobaan.
ü  Siswa memperoleh kesempatan untuk membuktikan kebenaran teoritis secara empiris melalui eksperimen.
ü  Siswa berkesempatan melaksanakan prosedur ilmiah, dalam rangka menguji kebenaran hipotesis.
  1. Kekurangan
ü  Memerlukan sarana dan prasarana yang cukup banyak
ü  Jika guru dan siswa kurang paham akan materi percobaan, dimungkinkan percobaan akan menyita waktu terlalu lama atau bahkan percobaan kemungkinan gagal.
ü  Kegagalan eksperimen akan mengakibatkan perolehan belajar yang salah atau menyimpang.

Untuk menekan kegagalan, sebaiknya guru menempuh prosedur atau tahapan sebagai berikut :
  • Tahap persiapan
Tahap ini berupa; penetapan tujuan yang sesuai, penyediaan fasilitas, uji eksperimen sendiri dan menyusun skenario pembelajaran serta perangkat pembelajaran yang menunjang.
  • Tahap pelaksanaan
Pada tahap ini guru dansiswa mendiskusikan mengenai prosedur penelitian, alat danbahan yangberbahaya, serta membimbimng siswaselama siswa melakukan percobaan. Bimbingan tersebut dilaksanakan selama proses pembelajaran hingga siswa menarik simpulan.
  • Tindak lanjut
Tahap ini berupa diskusi tentang hambatan-hambatan eksperimen, penyimpanan peralatan, hingga evaluasi akhir kegiatan percobaan.

  1. Pembelajaran Sains melalui Metode Eksperimen
Pembelajaran Sains dengan metode eksperimen berarti siswa diberi kesempatan untuk menemukan sendiri apa yang sedang dipelajari. Menurut Slameto pembelajaran yang demikian ini bercirikan :
v  Bertanya, tidak semata-mata mendengarkan dan menghafal.
v  Bertindak, tidak semata-mata melihat dan menghafal
v  Mencari pemecahan, tidak semata-mata mendapatkan
v  Menemukan masalah tidak semata-mata mempelajari fakta
v  Menganalisis tidak semata-mata mengamati
v  Membuat sintesis tidak semata-mata membuktikan
v  Berfikir, tidak semata-mata membayangkan
v  Memproduksi/menghasilkan tidak semata-mata menggunakan
v  Menyusun, tidak semata-mata mengumpulkan
v  Menerapkan, tidak semata-mata mengingat
v  Mengujikan tidak semata-mata membenarkan
v  Memberikan kritik konstruktif, tidak semata-mata menerima
v  Merancang, tidak semata-mata melaksanakan
v  Melakukan penilaian dan menghubungkan, tidak semata-mata mengulangi.

Format pembelajaran Sains yang didesain dengan metode eksperiman, memungknkan siswa berekspresi kreatif, karena siswa akan terlibat langsung di dalam menentukan hipotesa yang akan diuji lewat praktikum (percobaan).

Kerangka Befikir
Berdasarkan uraian-uraian diatas maka terdapat secara teori hubungan langsung sebab akibat antara variable dependen dan variable independen yaitu semakin tepat metode eksperimen yang digunakan maka diperkirakan pembelajaran akan efektif pada mata pelajaran sains.

Subjek Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan di SDN 153/1 Ladang Peris. Subjek penelitian adalah siswa kelas II yang berjumlah 5 orang, siswa laki-laki 3 orang dan perempuan 2 orang. Siswa kelas II rata-rata berumur 8-9 tahun. Mereka berasal dari keluarga prasejahtera karena pada umumnya orang tua mereka bekerja sebagai petani karet.

Prosedur Penelitian
Penelitian PTK ini akan dilaksanakan selama tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 fase, yaitu  perencanaan, pelaksanaan, observasi,dan refleksi

Perencanaan
Dalam tahap perencanaan peneliti melakukan  6 kegiatan utama, yaitu meneliti kelas untuk menentukan dan merumuskan masalah, menentukan tindakan, membuat RPP perbaikan, membuat lembaran observasi, menentukan jadwal penelitian dan membuat matrik metodologi penelitian.
Meneliti kelas
Dalam tahapan petama ini, peneliti menemukan beberapa masalah :

v  Kurang motivasi siswa dalam belajar matematika dan bahasa inggris
v  Siswa tidak memperhatikan guru pada saat KBM berlangsung
v  Ada beberapa siswa yang belum lancar membaca
v  Siswa tidak memahami materi pada pelajaran sains sehingga pembelajaran tidak efektif.
Berdasarkan masalah-masalah tersebut, peneliti menganbil satu masalah yaitu SUKSES DALAM MENINGKATKAN CARA BELAJAR YANG EFEKTIF yang terdiri dari 5 orang siswa, dengan cirri-ciri dan penyebab sebagai berikut:

1)      Ciri-ciri
v  Saat guru menjelaskan siswa tidak menanggapi
v  Ribut saat KBM berlangsung
v  Sering keluar masuk kelas alasaan ke Wc padahal main diluar kelas
v  Berjalan-jalan atau mondar mandir saat KBM berlangsung
2)      Penyebab
v  Daya serap siswa berbeda
v  Pembelajaran monoton karena metode yang sering dipakai hanya ceramah dan pemberian tugas
v  Media atau alat peraga tidak ada
3)      Menentukan Tindakan
Setelah masalah dianalisa maka diputuskan tindakan yang dipakai adalah:
Menggunakan metode eksperimen

v  Membuat RPP tindakan
Penelitian akan dilaksanakan selama 3 siklus, 1 siklus sebanyak 3 kali pertemuan. Dalam membuat RPP tindakan bidang studi yang diambil adalah sains. Dengan RPP telampir pada lampiran 1.
v  Membuat lembar observasi
Dalam penelitian ini proses yang diamati adalah meningkatkan cara belajar yang efektif di kelas. Dalam meningkatkan cara belajar yang efektif akan dilihat dalam beberapa factor
ü  Keaktifan siswa menjawab pertanyaan guru,
ü  Hasil kerja siswa mengerjakan latihan tertulis
ü  Kemampuan siswa dalam melakukan eksperimen sains
ü  Kemampuan siswa dalam menggunakan alat perraga sains
ü  Kemampuan siswa dalam menyimpulkan hasil eksperimen
ü  Hasil ulangan harian.




Itu sedikit  ulasan dari saya tentang

DALAM MENINGKATKAN CARA BELAJAR YANG EFEKTIF terimakasih telah mengunjungi blog ini. Semoga dapat bermanfaat buat teman dan dapat menjadi acuan untuk mencapai sukses kedepannya.  Apabila terdapat kesalahan dalam tulisan ini. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Apabila ada kritik dan saran, anda dapat melampirkannya di bawah ini.

________________________SALAM SUKSES________________________
Trimakasih GBU