SUKSES DALAM MENINGKATKAN CARA BELAJAR
YANG EFEKTIF
Latar Belakang
Siswa kelas II SDN 153/1Ladang Peris
berjumlah 5 orang, siswa laki-laki berjumlah 3 orang dan siswi perempuan
berjumlah 2 orang. Umur mereka berkisar
antara 8-9 tahun. Kehidupan perekonomin orang tua mereka
tergolong dalam perekonomian menengah kebawah. Pekerjaan orang tua mereka pada
umumnya adalah petani karet. Meskipun orang tua mereka tidak mempunyai tamatan
pendidikan yang tinggi namun orang tua mereka tetap mementingkan pendidikan
bagi anak-anaknya.
Metode yang dipakai guru dalam mengajar masih
bersifat tradisional, seperti metode ceramah dan pemberian tugas. Guru hanya
memiliki satu buku paket. Dalam pembelajaran hanya satu buku itulah yang
digunakan sampai akhir semester. Ujian harian, mid dan ujian semester semua
diambil dari soal-soal yang ada di buku paket tersebut. Saat mengajar guru
tidak pernah menggunakan RPP sehingga tidak ada pedoman dalam mengajar. Namun
urutan materi yang diajarkan sesuai dengan KTSP. Factor lain yang tidak kalah
penting adalah guru tidak pernah mengunakan media dalam pembelajaran. Itulah
cara guru mengajar dikelas 3.
Siswa belajar tergantung pada guru. Guru
merupakan satu-satunya sumber belajar. Siswa tidak aktif dalam KBM, pada saat
diminta untuk menyampaikan pikiran atau gagasan kemampuan siswa berbicara masih
rendah. Dan saat mengerjakan soal, siswa selalu lambat mengerjakannya
dikarenakan siswa tidak memahami materi. Setiap siswa memiliki buku paket.
Tugas yang dikerjakan siswa semuanya dari buku paket. Walaupun setiap siswa
diberi buku paket namun tidak pernah dibaca sebelum ada perintah dari guru.
Di SDN 153/1 Ladang Peris baik kelas 1-6
siswa selalu diajar oleh guru kelas kecuali Bahasa Inggris, PAI dan Penjas.
Metode yang dipakai guru semuanya masih bersifat tradisional. Tidak semua guru dalam mengajar berpedoman
pada RPP yang dibuat. Apalagi sebagai guru kelas media tidak pernah digunakan. Banyak
sekali kendala-kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran, seperti , kurang motivasi siswa dalam belajar
matematika dan bahasa inggris, siswa tidak memperhatikan guru pada saat KBM
berlangsung,ada beberapa siswa yang belum lancar membaca dan siswa tidak memahami
materi pada pelajaran sains sehingga pembelajaran tidak efektif.
Guru merupakan figure yang memegang
peranan penting didalam pembelajaran dikelas. Peran utama guru bukan menjadi
penyaji informasi yang hendak dipelajari oleh siswa, melainkan pembelajaran
siswa tentang cara-cara mempelajari sesuatu secara efektif (Learning haw to
learn ). Oleh karena itupemahaman tentang bebagai teori belajar dan cara-cara
memotivasi siswa dalam belajar harus
dikuasai oleh guru agar mampu merancang pembellajaran yang menarik dan
memotivasi siswa untuk gemar belajar.
Kegiatan belajar dan pembelajaran merupakan salah satu kegiatan yang diberikan
di sekolah, namun sesungguhnya kegiatan itu saja belum cukup memadai dalam
membantu siswa mengatasi berbagai permasalahan
yang dialaminya dan menyiapkan siswa terjun dimasyarakat dengan berhasil.
Kenyataan selama ini bahwa mata pelajaran sains dianggap membosankan dan sulit
bagi siswa, sehingga siswa cenderung merasa bosan dan malas untuk belajar pada
mata pelajaran sain. Selain itu, pembelajaran sains masi menekankan pada tujuan
pengembangan produk yang berupa prestasi akademik siswa. Hal ini berarti baru
potensi kecerdasan siswa yang dikedepankan. Kreatifitas siswa dalam
pembelajaran belum dikembangkan seoptimal mungkin, sehingga aktifitas siswa
belum optimal dan pembelajaran masih berpusat pada guru. Disinilah masalahnya, kita sebagai guru agar
cara belajar dapat seefektif mungkin untuk mata pelajaran sains dengan
menggunakan metode dan media pembelajaran yang tepat. Dari uraian latar
belakang tersebut dapat diidentifikasi permasalahan yang timbul pada
pembelajaran sains di kelas 2 SD Ladang
Peris yaitu cara belajar yang efektif pada pelajaran sains dengan menggunakan
metode eksperimen. Dari hasil pengamatan
peneliti dapat menidentifikasi beberapa cirri-ciri dari masalah tersebut, yaitu
saat guru menjelaskan siswa tidak menanggapi, siswa ribut saat KBM berlangsung,
siswa sering keluar masuk kelas alasan ke wc pada hal main diluar kelas dan
siswa berjalan-jalan atau mondar mandir saat mengerjakan tugas segi siswa
misalnya, kurang motivasi siswa dalam belajar matematika dan bahasa Inggris,
siswa tidak memperhatikan guru pada saat KBM berlangsung,ada beberapa siswa
yang belum lancar membaca dan siswa tidak memahami materi pada pelajaran sains.
Adapun penyebab dari masalah ini adalah daya serap siswa bebeda,pembelajaaran
monoton karena metode yang sering dipakai hanya ceramah dan pemberian tugas,
serta media atau alat peraga tidak ada.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan
identifikasi masalah di atas, maka rumusan masalahnya
adalah
:
“
Bagaimanakah cara belajar yang efektif pada mata pelajaran Sains dengan
mengunakan metode eksperimen ? “
Tujuan
Dari
uraian diatas maka penelitian ini bertujuan untuk :
v membantu
murid-murid agar mendapat
penyesuaian yang baik,
di dalam situasi belajar, sehingga, setiap murid dapat
belajar dengan efektif
sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya dan mencapai
perkembangan yang
optimal.
v Memilihkan
cara-cara belajar yang efisien dan efektif bagi siswa.
v Menunjukkan
cara-cara menghadapi kesulitan belajar dalam mata pelajaran
Sains.
v Memberikan
dorongan dalam pengarahan diri, pemecahan masalah,
pengambilan keputusan
dan keterlibatan diri dalam proses pembelajaran
Sains.
Manfaat
Temuan
pembahasan ini diharapkan bermanfaat bagi :
- Guru
Guru
mampu mendeteksi permasalahan yang ada di dalam proses
pembelajaran,
sekaligus mencari alternatif solusi yang tepat. Di samping itu
guru
diharapkan mampu memperbaiki proses pembelajaran di dalam kelas
dalam
rangka meningkatkan kreatifitas siswa.
- Siswa dapat berekspresi kreatif, sesuai dengan potensi kreatifitasnya.
- Mengurangi rasa kejenuhan untuk mempelajari mata pelajaran Sains dan
menimbulkan
minat belajar.
- Memberikan cara belajar yang efektif kepada siswa dalam mata pelajaran
Sains.
- Bagi sekolah
Membantu sekolah untuk
berkembang dengan adanya peningkatan atau kemajuan baik dalam diri siswa maupun
guru, serta pendidikan disekolah.
Konsep
Belajar
Ø
Pengertian
Belajar
Belajar merupakan proses penting bagi
perubahan perilaku manusia dan ia mencakup segala sesuatu yang dipikirkan dan
dikerjakan. Belajar memegang peranan penting di dalam perkembangan, kebiasaan,
sikap, kenyakinan, tujuan, kepribadian dan bahkan persepsi manusia.
Gague
dan berliner (1983 : 252) menyatakan bahwa belajar merupakan proses dimana
suatu organisme mengubah perilakunya karena hasil dari pengalaman. Morgan et.
Al. (1986 : 140) menyatakan bahwa belajar merupakan perubahan relatif permanen
yang terjadi karena hasil dari praktek atau
pengalaman. Slavin (1994 : 152) menyatakan bahwa belajar merupakan perubahan
individu yang disebabkan oleh pengalaman. Gague (1997 : 3) berpendapat bahwa
belajar merupakan perubahan disposisi atau kecakapan manusia, yang berlangsung
selama periode waktu tertentu, dan perubahan perilaku itu tidak berasal dari
proses pertumbuhan. Dari pendapat keempat ahli tersebut, maka konsep tentang
belajar mengandung tiga unsur utama, adalah belajar berkaitan dengan perubahan
tingkah laku. Untuk mengukur apakah seseorang telah belajar, maka diperlukan
perbandingan antara perilaku sebelum dan setelah mengalami kegiatan belajar:
Perubahan perilaku terjadi karena di dahului oleh proses pengalaman ; perubahan
perilaku karenabelajar bersifat relatif permanen, artinya lamanya perubahan
perilaku pada diri
seseorang
sukar untuk diukur.
Ø Hakikat
Pembelajaran Sains
Sains sebagai proses ilmiah, produk ilmiah, dan
sikap ilmiah. Dalam pembelajaran, ketiga komponen tersebut tidak dapat
ditinggalkan, karena dengan meninggalkan satu komponen saja, berarti belum
mencerminkan pembelajaran Sains yang sesungguhnya. Kenyataan di lapangan, guru
hanya mengejar komponsn produk ilmiah saja. Contohnya hasil nilai ulangan atau tes,
dengan mengesampingkan komponen yang lain. Kreatifitas siswa merupakan cerminan
dari proses ilmiah, produk ilmiah, dan sikap ilmiah yang sering diabaikan guru.
Pada pembelajaran yang meninggalkan aspek
kreatifitas siswa sama dengan membunuh kreativitas siswa. Berkenaan dengan hal
ini, maka di perlukan suatu cara belajar yang efektif untuk mata pelajaran
Sains.
Pembelajaran yang efektif
Guru dikatakan profesional jika memiliki penguasaan
ketrampilan pelajaran dan dituntut mampu mengaitkan kemampuan yang telah
dimiliki dan yang akan dipelajari oleh siswa. Pembelajaran yang efektif
menuntut beberapa kemampuan guru, antara lain :
v Merancang
bahan belajar (stimulus) yang mampu menarik dan memotivasi siswa untuk belajar.
v Manjadi
nara sumber, fasilitator, dan motivator yang handal.
v Menggunakan
berbagai strategi pembelajaran
v Memperhitungkan
karakteristik intelektual, sosial, dan kultural siswa.
v Mengelola
kelas agar tertib dan teratur
v Mereview
pelajaran bersama siswa
v Terampil
memberikan pertanyaan dan balikan.
Konsepsi
Metode Eksperimen
- Pengertian
Metode eksperimen adalah suatu
metode pembelajaran yang member peluang kepada guru dan siswa untuk melakukan
percobaan terhadap sesuatu serta mengamati proses dan hasil percobaan itu. Dari
pengertian ini dapat diidentifikasi tentang metode eksperimen, sebagai berikut
:
- Keunggulan dan kekurangan metode eksperimen Muhammad Ali, mengemukakan metode eksperimen memiliki keunggulan di samping kelemahan sebagai berikut :
- Keunggulan
ü
Siswa secara aktif terlibat mengumpulkan
fakta, informasi, atau data yang diperlukan melalui percobaan.
ü
Siswa memperoleh kesempatan untuk
membuktikan kebenaran teoritis secara empiris melalui eksperimen.
ü
Siswa berkesempatan melaksanakan
prosedur ilmiah, dalam rangka menguji kebenaran hipotesis.
- Kekurangan
ü Memerlukan
sarana dan prasarana yang cukup banyak
ü Jika
guru dan siswa kurang paham akan materi percobaan, dimungkinkan percobaan akan
menyita waktu terlalu lama atau bahkan percobaan kemungkinan gagal.
ü Kegagalan
eksperimen akan mengakibatkan perolehan belajar yang salah atau menyimpang.
Untuk menekan kegagalan, sebaiknya guru menempuh
prosedur atau tahapan sebagai berikut :
- Tahap persiapan
Tahap ini berupa; penetapan tujuan yang sesuai,
penyediaan fasilitas, uji eksperimen sendiri dan menyusun skenario pembelajaran
serta perangkat pembelajaran yang menunjang.
- Tahap pelaksanaan
Pada tahap ini guru dansiswa mendiskusikan mengenai
prosedur penelitian, alat danbahan yangberbahaya, serta membimbimng siswaselama
siswa melakukan percobaan. Bimbingan tersebut dilaksanakan selama proses
pembelajaran hingga siswa menarik simpulan.
- Tindak lanjut
Tahap ini berupa diskusi tentang hambatan-hambatan
eksperimen, penyimpanan peralatan, hingga evaluasi akhir kegiatan percobaan.
- Pembelajaran Sains melalui Metode Eksperimen
Pembelajaran
Sains dengan metode eksperimen berarti siswa diberi kesempatan untuk menemukan
sendiri apa yang sedang dipelajari. Menurut Slameto pembelajaran yang demikian ini bercirikan :
v Bertanya,
tidak semata-mata mendengarkan dan menghafal.
v Bertindak,
tidak semata-mata melihat dan menghafal
v Mencari
pemecahan, tidak semata-mata mendapatkan
v Menemukan
masalah tidak semata-mata mempelajari fakta
v Menganalisis
tidak semata-mata mengamati
v Membuat
sintesis tidak semata-mata membuktikan
v Berfikir,
tidak semata-mata membayangkan
v Memproduksi/menghasilkan
tidak semata-mata menggunakan
v Menyusun,
tidak semata-mata mengumpulkan
v Menerapkan,
tidak semata-mata mengingat
v Mengujikan
tidak semata-mata membenarkan
v Memberikan
kritik konstruktif, tidak semata-mata menerima
v Merancang,
tidak semata-mata melaksanakan
v Melakukan
penilaian dan menghubungkan, tidak semata-mata mengulangi.
Format pembelajaran Sains yang didesain dengan
metode eksperiman, memungknkan siswa berekspresi kreatif, karena siswa akan
terlibat langsung di dalam menentukan hipotesa yang akan diuji lewat praktikum
(percobaan).
Kerangka Befikir
Berdasarkan
uraian-uraian diatas maka terdapat secara teori hubungan langsung sebab akibat
antara variable dependen dan variable independen yaitu semakin tepat metode eksperimen yang digunakan maka diperkirakan
pembelajaran akan efektif pada mata pelajaran sains.
Subjek
Penelitian
Penelitian ini akan
dilaksanakan di SDN 153/1 Ladang Peris. Subjek penelitian adalah siswa kelas II
yang berjumlah 5 orang, siswa laki-laki 3 orang dan perempuan 2 orang. Siswa
kelas II rata-rata berumur 8-9 tahun. Mereka berasal dari keluarga prasejahtera
karena pada umumnya orang tua mereka bekerja sebagai petani karet.
Prosedur
Penelitian
Penelitian PTK ini akan
dilaksanakan selama tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 fase, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi,dan
refleksi
Perencanaan
Dalam tahap perencanaan
peneliti melakukan 6 kegiatan utama,
yaitu meneliti kelas untuk menentukan dan merumuskan masalah, menentukan
tindakan, membuat RPP perbaikan, membuat lembaran observasi, menentukan jadwal
penelitian dan membuat matrik metodologi penelitian.
Meneliti kelas
Dalam tahapan petama ini, peneliti menemukan
beberapa masalah :
v
Kurang
motivasi siswa dalam belajar matematika dan bahasa inggris
v
Siswa
tidak memperhatikan guru pada saat KBM berlangsung
v
Ada
beberapa siswa yang belum lancar membaca
v
Siswa
tidak memahami materi pada pelajaran sains sehingga pembelajaran tidak efektif.
Berdasarkan masalah-masalah tersebut, peneliti
menganbil satu masalah yaitu SUKSES DALAM MENINGKATKAN CARA BELAJAR YANG EFEKTIF
yang terdiri
dari 5 orang siswa, dengan cirri-ciri dan penyebab sebagai berikut:
1)
Ciri-ciri
v
Saat
guru menjelaskan siswa tidak menanggapi
v
Ribut
saat KBM berlangsung
v
Sering
keluar masuk kelas alasaan ke Wc padahal main diluar kelas
v
Berjalan-jalan
atau mondar mandir saat KBM berlangsung
2)
Penyebab
v
Daya
serap siswa berbeda
v
Pembelajaran
monoton karena metode yang sering dipakai hanya ceramah dan pemberian tugas
v
Media
atau alat peraga tidak ada
3) Menentukan Tindakan
Setelah masalah dianalisa maka diputuskan tindakan
yang dipakai adalah:
Menggunakan
metode eksperimen
v Membuat RPP tindakan
Penelitian akan dilaksanakan selama 3 siklus, 1
siklus sebanyak 3 kali pertemuan. Dalam membuat RPP tindakan bidang studi yang
diambil adalah sains. Dengan RPP telampir pada lampiran 1.
v Membuat lembar observasi
Dalam penelitian ini proses yang diamati adalah
meningkatkan cara belajar yang efektif di kelas. Dalam meningkatkan cara
belajar yang efektif akan dilihat dalam beberapa factor
ü Keaktifan siswa menjawab pertanyaan guru,
ü Hasil kerja siswa mengerjakan latihan tertulis
ü Kemampuan siswa dalam melakukan eksperimen sains
ü Kemampuan siswa dalam menggunakan alat perraga sains
ü Kemampuan siswa dalam menyimpulkan hasil eksperimen
ü Hasil ulangan harian.
Itu
sedikit ulasan dari saya tentang
DALAM MENINGKATKAN CARA
BELAJAR YANG EFEKTIF terimakasih telah mengunjungi blog ini. Semoga dapat bermanfaat buat
teman dan dapat menjadi acuan untuk mencapai sukses kedepannya. Apabila terdapat kesalahan dalam tulisan ini.
Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Apabila ada kritik dan saran, anda dapat
melampirkannya di bawah ini.
________________________SALAM
SUKSES________________________
Trimakasih
GBU
