SUKSES DALAM MEMBANGUN
IDENTITAS MEREK
Upaya
membangun identitas merek memerlukan sejumlah keputusan tambahan terkait dengan
nama, logo, warna, tagline (slogan) dan simbol. Sebuah merek lebih dari
itum merek hanyalah alat dan taktik pemasaran. Sebuah merek pada intinya adalah
janji pemasar untuk menyampaikan sejumlah fitur, keuntungan dan pelayanan yang
konsisten kepada pembeli. Pemasar harus menentukan sebuah misi untuk merek
tersebut dan visi mengenai ingin menjadi apa dan apa yang bisa dilakukan oleh
merek tersebut. Pemasar harus berpikir bahwa saat ini ditawarkan sebuah kontrak
kepada konsumen mengenai bagaimana merek tersebut akan berkinerja. Kontrak
merek tersebut haruslah jujur. Paling maksimal, kampanye merek hanya akan
menciptakan pengakuan nama, pengetahuan tentang merek, bahkan kecenderungan
terhadap merek, namun kampanye iklan tidak akan menciptakan keterikatan merek (brand
bonding), seberapa pun perusahaan mengeluarkan dana untuk iklan dan
publikasi. Brand bonding atau keterikatan merek hanya akan
terjadi jika konsumen mengalami manfaat langsung yang dijanjikan oleh
perusahaan. Faktanya adalah merek tidak dibangun oleh iklan tetapi oleh
pengalaman terhadap merek tersebut. Banyak perusahaan membuat janji-janji merek
tetapi gagal melatih karyawannya untuk memahami dan memberikan apa yang
dijanjikan oleh merek tersebut. Perusahaan dapat melakukan penanaman merek
secara internal (internal branding) di
kalangan karyawannya agar mereka dapat memahami, menginginkan, dan memberikan
janji yang diusung oleh merek tersebut
Itu sedikit ulasan dari saya tentang sukses dalam membangun
identitas merek terimakasih telah mengunjungi
blog ini. Semoga dapat bermanfaat buat teman dan dapat menjadi acuan untuk
mencapai sukses kedepannya. Apabila
terdapat kesalahan dalam tulisan ini. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Apabila ada kritik dan saran, anda dapat melampirkannya di bawah ini.
________________________SALAM
SUKSES________________________
Trimakasih
GBU
